Matahari sudah tinggi saat Keira
baru saja terbangun dari mimpi. Dia bermimpi menghadiri sebuah pesta pernikahan
yang megah. Samar-samar Keira mengenal siapa pengantin pria. Keira melihat pengantin itu sedang dirias di pelaminan.
Dia ingin melihat lebih siapa gerangan
sang pengantin pria. Namun bunyi jam weker terlanjur menariknya pergi. Sejenak
Keira berusaha mengingat apa yang ada dalam mimpinya. Namun pagi ini adalah pagi
yang terburu-buru. Terlalu singkat waktu yang dia miliki untuk mencerna mimpi. Namun
waktu yang cukup untuk mengambil handphone dan mengetik di twitter.
Mimpi yang aneh. Seorang pengantin pria sedang dirias di pelaminannya.